Wednesday, 24 August 2005

DEO Linux Live 100%

Internet mania yang mampir ke DEO seminggu terakhir ini mungkin mendapatkan sedikit kejutan dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Printer dan scan sempat juga macet. Kejutan yang sedikit lebih mungkin ketika user tidak mendapati billing ketika akan menggunakan workstation yang ada. Juga setelah mencari Internet Explorer yang biasa disebut saja 'internet'.

Tapi saat ini peralihan sudah selesai, dan hanya akan dilengkapi secara bertahap. Printing dan scanning akan kembali berjalan seperti biasa. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami user sebelumnya.

medium_sc1.jpgSaat ini seluruh PC di DEO Internet sudah menggunakan sistem operasi Linux. Perubahan sistem operasi ini merupakan langkah yang diambil oleh manajemen DEO sebagai perwujudan dari gerakan Indonesia Goes Open Source, dan mendukung legalitas warnet dalam hal penggunaan software. Ini juga menjadi bagian dari kesepakatan warnet-warnet di kota Makassar, yang melegalkan diri dengan penggunaan Legal Software (Linux & Windows Licensi).

Sebagian dari kita mungkin merasa ragu mendengar kata "Linux" - namun tidak demikian yang seharusnya terjadi. Mengakses internet dengan Linux sama sekali tidak membutuhkan keterampilan teknis. Relatif sama dengan mengakses internet dengan windows (baca : BELAJAR LINUX DIWARNET??? ). Demikian juga yang dialami Internet Mania yang sudah menggunakan OS ini di DEO Internet.

"Tidak beda jauh. Saya asyik-asyik saja browsingnya. Bedanya mungkin tampilan Yahoo Messenger dan Chatting. Tapi itu juga tidak susah untuk menyesuikan." Demikian komenter Rio (22 thn), salah satu User DEO yang setiap hari selalu meluangkan waktunya untuk berselancar di internet.

Saat ini memang ada keterbatasan dalam menggunakan fasilitas cam dan voice untuk messenger. Namum masalah ini akan segera diatasi setelah setiap workstation dilengkapi dengan Gyach Enhanced 1.0.7, messenger yang mendukung voice dan webcam untuk Yahoo! dan MSN.

Sebagai informasi tambahan, DEO Internet menggunakan distro Vector Linux 5.1 Standart untuk Client dengan koleksi distro lain yang semakin dilengkapi. Untuk itu bagi peminat distro Linux bisa menghubungi Operator DEO Internet untuk memperoleh copy CD yang diinginkan.

So .. tunggu apa lagi. Jangan ragu untuk bertanya. Operator DEO akan dengan senang hati membantu Internet Mania.

Enjoy your time!

Sunday, 31 July 2005

BELAJAR LINUX DI WARNET???

Internet mania... Isu yang berkembang seputar Warnet Be Legal saat ini harus kita antisipasi seawal mungkin. Kenyataan bahwa Distro Linux menjadi alternatif yang paling mungkin dipilih oleh para pengelola warnet sepertinya juga menghruskan Internet Mania yang menggunakan akses warnet untuk ikut menyesuaikan diri.

Memang, akan ada warnet yang lebih memilih melakukan investasi tambahan untuk melegalkan OS Windows yang mereka pergunakan. Akan tetapi pilihan untuk belajar linux juga merupakan pilihan yang menarik bagi Internet mania. Toh manusia tidak berhenti belajar. Belajar berinternet dengan linux sama saja prosesnya dengan ketika pertama kali Internet mania belajar menggunakan Internet Explorer, mIRC, Yahoo! Messenger, dan sebagainya. Bisa dikuasai tidak kurang dari satu jam. Percaya???

BROWSER DI LINUX

Selama ini software yang paling dominan dipergunakan oleh user warnet di windows adalah Internet Explorer (IE). Saat ini juga banyak ditemukan Firefox, yang menjadi alterntif karena tampilan yang lebih ringan dan akses yang berdasarkan pengalaman beberap user warnet telah mencoba terasa lebih cept dan stabil. Firefox merupakan browser yang dapat dioperasikan dengan platform linux, dan penggunaan serta nya relatif sama dengan IE.

medium_ievsff.jpg

CHATTING DI LINUX

Sama seperti Browser, irc chat client seperti mIRC juga merupakan perangkat lunak yang sering dipergunakan oleh Internet mania. Jika menggunakan Windows, umumnya kita sudah mengenal mIRC. Produk yang sepadan dengan mIRC di Linux adalah Xchat. Metode penggunaannya sama. Internet mania hanya perlu menyesuaikan diri

medium_mircvsxchat.jpg
MESSENGER DI LINUX

Bagi pengguna messenger, terutama Yahoo! Messenger, tidak perlu merasa kelabakan ketika berhadapan dengan Linux. Di warnet yang menggunakan Linux Internet Mania akan menemukan GAIM. Kejutan bagi yang hobby menggunakan messenger, GAIM bukan hanya dipergunakan untuk account Yahoo! Messenger, nmun juga dapat dipergunakan oleh mereka yang memiliki account ICQ dan MSN Messenger. Cara penggunaannya pun relatif sama.

medium_yahoovsgaim.jpg

Bagi Internet mania yang sering bekerja dengan produk MS Office maupun program pengolah grafik seperti dobe Photoshop, tidak perlu merasa risau. Pada umumnya Distro linux yang nantinya dipergunakan warnet-warnet menyediakan progrm yang sepadan dan compatible. Dengn demikian Internet mania tetap dapat bekerja dengan data seperti biasa tanpa perlu merasa terganggu.

Secara keseluruhan, tampilan desktop Linux juga tidak akan menyulitkan Internet Mania. Anda hanya perlu membiasakan diri dengan icon-icon yang berbeda seperti di atas.

Lebih jauh tentang linux dapat anda baca pada situs http://www.linux.or.id.

Jadi Internet mania ... Jangan takut dengan Linux di warnet. Alami petualangan baru untuk belajar bersama operator-operator yang dengan setia akan mendampingi Anda.

DILEMA WARNET : WINDOWS OR LINUX

medium_windows.jpg

Internet mania yang peduli warnet mungkin belakangan mendengar isu mengenai legalitas software yang digunakan oleh warnet-warnet pada umumnya. Topik ini menjadi isu yang cukup 'berat' di kalangan pengusaha warnet Indonesia sehubungan dengan penerapan Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang salah satunya mengilegalkan penggunaan software-software bajakan di Indonesia.

Pada kenyataanya kalangan warnet Indonesia harus jujur bahwa sebagian besar warnet saat ini masih mengunakan OS Windows yang tidak berlisensi alias 'abal-abal'. Ini tidak lain disebabkan oleh tingginya harga lisensi OS Windows yang familiar bagi kalangan pengguna warnet Indonesia. Bukan itu saja, beberapa software tambahan yang juga sering 'dicari' user warnet - misalnya Ms. Office dan Photoshop - harga lisensinya bahkan jauh lebih tinggi. Pengusaha warnet yang merupakan kelompok Usaha Kecil Menengah memang sebisa mungkin menekan pembiayaan untuk Lisensi tersebut. Kalau dihitung-hitung, dengan CD OS Windows bajakan yang bisa diperoleh dengan harga paling mahal 20 ribu rupiah lebih menguntungkan dibanding membeli Lisensi dari Microsoft yang menghabiskan tidak kurang dari 700 ribu rupiah per PC Client.

Setelah maraknya kasus sweeping pihak kepolisian yang menimpa beberapa warnet di Pulau Jawa, Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) kemudian berbenah dan mencoba melakukan loby ke berbagai pihak, termasuk kepada Menristek Kusmyanto Kadiman. Kemudian disepakati bersama bahwa Awari yang mewadahi warnet-warnet di seluruh Indonesia bertekad untuk melegalkan usaha warnet yang dijalankan.

Dua alternatif yang kemudian menjadi pilihan bagi pengusaha warnet yaitu pertama, tetap menggunakan OS Windows dengan lisensi dari pihak Microsoft dan disertai dengan Software Rental Agreement (SRA) yang memungkinkan OS Windows tersebut disewakan kepada user warnet. Kedua, menggunakan software berbasis Open Source yang relatif tanpa modal. Dalam hal ini kemudian mengemuka penggunaan berbagai alternatif Distro Linux.

Kondisi ini menjadi dilema tersendiri bagi pengusaha warnet. Menanamkan Investasi baru dengan pembelian Lisensi Windows, atau menggunakan Distro Linux dengan resiko kerja keras untuk memperkenalkan sistem yang memang belum begitu memasyarakat di kalangan user warnet.

Apapun pilihan yang diambil, warnet sebagai usaha yang memberikan jasa penyewaan sebagai produknya akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada Internet mania. Pilihan investasi atau mendukung idealisme Open Source dengan menjadi salah satu ujung tombak yang memperkenalkan langsung kepada masyarakat - tanpa harus memusingkan investasi yang baru, akan diikuti dengan usaha untuk meningkatkan kenyaman Internet Mania dalam menjelajahi dunia maya di warnet.